Emosi menggerakkanku tuk patahkanmu
Sesekali buat kita jauh
Namun saat hati mengalah
Kita hadir memulai kembali
Pahitnya rasa ini jatuhkanmu
Sesekali buat kita retak
Namun ketika senyum itu nyata
Kita sadari telah memulainya kembali
Jangan pergi walau tak mampu
Ingatkan tuk saling menguatkan
Jangan jauh karena ku bertahan
Hingga darah tak lagi ada
Biarkan dunia iri pada kita
Pada pasangan yang terus diusahakan
Walau pernah berdiri sendiri
Waktu selalu mengerti tuk satukan lagi
Kenyataan kita adalah satu
Kenyataan tentang satu mimpi
Tentang kita yang satu
Bagai laut yang punya ombak
Telah pasti itu menjadi deburan di tepi pantainya
Begitulah setiap nafas ini telah menjadi doa untuknya
Pasti dan pasti mengalir tiada henti
Namun semua memiliki arti
Meski dia tak peduli untuk mencari tepi
Mungkin butiran pasir dan angin membuatnya keruh dan bising tapi tidak mengubah
Tujuannya sedikit pun bukan mengurangi sajak adil menikmati bagai religi yang dia yakini
Terpujilah kesetiaan kekasih yang sudah dalam hati
Jauh dia telah mengetahui ketika pertama kali terlahir menangisi dunia ini
Ini bukan sekedar puisi tapi mungkin sebuah puisi
Ini bukan kata hati tapi mungkin isi hati
Mimpi telah menjadi sebuah gaib
Duri pun telah menjadi sebongkah kerikil
Tapi yang dia cari tetap terpenuhi
Tetap berdiri menggenggam doa hingga api dengan tiupan angin membawanya pergi
Dan berbisik
"Percayalah ini"
-Andhika A. Putra-

