Bagai laut yang punya ombak
Telah pasti itu menjadi deburan di tepi pantainya
Begitulah setiap nafas ini telah menjadi doa untuknya
Pasti dan pasti mengalir tiada henti
Namun semua memiliki arti
Meski dia tak peduli untuk mencari tepi
Mungkin butiran pasir dan angin membuatnya keruh dan bising tapi tidak mengubah
Tujuannya sedikit pun bukan mengurangi sajak adil menikmati bagai religi yang dia yakini
Terpujilah kesetiaan kekasih yang sudah dalam hati
Jauh dia telah mengetahui ketika pertama kali terlahir menangisi dunia ini
Ini bukan sekedar puisi tapi mungkin sebuah puisi
Ini bukan kata hati tapi mungkin isi hati
Mimpi telah menjadi sebuah gaib
Duri pun telah menjadi sebongkah kerikil
Tapi yang dia cari tetap terpenuhi
Tetap berdiri menggenggam doa hingga api dengan tiupan angin membawanya pergi
Dan berbisik
"Percayalah ini"
-Andhika A. Putra-

0 komentar:
Posting Komentar